Armada Tempur TNI AL Segera Diperkuat Kapal Selam Alugoro-405

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau fasilitas Kapal Selam Alugoro-405 yang akan memperkuat armada tempur TNI AL dalam waktu dekat ini. Foto/IST

Armada TNI Angkatan Laut (AL) akan diperkuat dengan kehadiran Kapal Selam-3/Alugoro-405. Hal tersebut terungkap setelah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito meninjau kapal selam tersebut di Galangan Kapal PT PAL (Persero), Surabaya, Kamis (8/8/2019).

Continue Reading

Pindad Mengembangkan Kemampuan Armament Melalui Alih Teknologi John Cockerill Defence Belgia

PT Pindad (Persero) bekerja sama dengan CMI Defence S.A menggelar pelatihan transfer teknologi Turret CSE 90 berlangsung pada 12 Juni – 21 Juli 2019 dan berlokasi di John Cockerill Defence, Belgium. Pelatihan transfer teknologi Turret CSE 90 didasari oleh Surat Kontrak Kerjasama antara PT Pindad (Persero) dengan CMI Defence S.A. dengan nomor SJAN 13/P/BD/LN/IV/2017 tertanggal 19 April 2017.

Continue Reading

Korea Selatan Tolak Tawaran Indonesia Soal Pengganti Uang Tunai Dalam Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X

Korea Times mengutip kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan negaranya sedang berhati-hati dalam melanjutkan proyek pesawat tempur bersama dengan Indonesia, yaitu pesawat KF-X/IF-X. Ini setelah Indonesia menunggak pembayaran kontribusi untuk proyek ini sekitar 1,7 triliun won atau 20 persen dari total 8 triliun won.

Pembayaran seharusnya selesai pada 2026. Indonesia telah membayar sekitar 220 miliar won dari 520 miliar won yang seharusnya dibayar sejauh ini. Tunggakan Indonesia sekitar 300 miliar won. Tunggakan pembayaran inilah yang jadi masalah dalam kelanjutan proyek jet tempur tersebut.

Continue Reading

Pindad Mendapat Pesanan 51 Komodo Nexter

Danpussenarmed melihat langsung produksi kendaraan Komodo Nexter (photo : Pindad)

Danpussenarmed Kunjungi Pindad Tinjau Progress Komodo Nexter

Direktur Utama Pindad, Abraham Mose menerima kunjungan Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed), Brigjen TNI Purbo Prastowo dalam rangka untuk melihat progress Komodo Nexter pada Kamis, 18 Juli 2019. Danpussenarmed membawa jajarannya serta pengguna di Batalyon untuk menyampaikan masukan terkait Komodo.

Abraham Mose mengapresiasi kunjungan Danpussenarmed beserta jajaran dan mengatakan Pindad siap mendukung penuh percepatan progress Komodo Nexter.

“Terimakasih kepada Danpussenarmed beserta jajaran yang berkunjung ke Pindad. GM Kendaraan Khusus, Widjil Djatmiko memaparkan mengenai Komodo Nexter yang diproduksi di Pindad, setelah itu nanti kita akan tinjau langsung ke fasilitas produksi, mohon masukan dan arahannya, Pindad mendukung penuh percepatannya,” ujar Abraham.

Brigjen TNI Purbo Prastowo mengatakan Komodo Nexter nantinya akan disebar dan digunakan oleh jajaran Pusenarmed.

“Komodo Nexter nantinya akan digunakan di jajaran Pussenarmed. Kami datang dengan tim dan pengguna di batalyon untuk melihat progress-nya. Kami juga datang dengan para pengguna di batalyon, kami harap kelebihan tetap dipertahankan dan ditingkatkan dan kekurangannya bisa diperbaiki.

Rombongan kemudian meninjau ke fasilitas produksi Divisi Kendaraan Khusus untuk melihat langsung perkembangan Komodo Nexter.

Pindad akan membuat 51 unit Komodo Nexter yang terdiri dari berbagai tipe dan rencana akan selesai di akhir tahun 2019. Adapun tipe yang diproduksi antara lain: Battalion Command Vehicle (BnCV), Battery Command vehicle (BCV), Meteo Vehicle (MeV), Forward Observer Vehicle (FoV), Relay Vehicle (ReV) dan Logistic Vehicle (LoG).

(Pindad)

Indonesia Akan Menambah Personel Untuk Program KFX/IFX

Indonesia berupaya mengurangi porsi biaya dalam proyek jet tempur bersama

Indonesia sedang mencari pengurangan bagian dari biaya dalam proyek pengembangan jet tempur dengan Korea Selatan, karena menunggak pembayaran sekitar 300 miliar won ($ 254 juta)..

Menurut DAPA Korea Selatan pada hari Senin, Indonesia telah membayar sekitar 220 miliar won dari total kewajiban 1,7 triliun won. Setoran pertama dilakukan pada 2016. Sejak membayar 132 miliar won awal tahun ini, belum ada pembayaran tambahan dari Indonesia, dan menunggak sekitar 300 miliar won pada Juli, kata DAPA.

Continue Reading