Apa Saja Kelebihan dari Jet Tempur Siluman TF-X Turki?

Setelah gagal mendapatkan jet tempur F-35, Turki dikabarkan semakin intensif berupaya membangun jet tempur siluman sendiri.

Turki berniat membangun jet tempur siluman TAI TF-X (Turkish Fighter – Experimental) yang akan menggabungkan kemampuan terbaik dari pesawat tempur siluman dan air superiority dengan kemampuan serangan darat tambahan.

TFX nantinya akan menggunakan dua mesin dengan satu pilot, dan fitur siluman seperti kantung senjata internal dengan bodi yang menggunakan komposit karbon canggih yang bertujuan menjadi radar reflektif, lansir TRT world.

Sebuah prototipe TF-X diharapkan sudah dapat terbang pada tahun 2023, dengan pesawat pertama direncanakan siap pada tahun 2025, dan 250 armada penuh akan mulai beroperasi pada tahun 2032.

TFX direncanakan untuk menggantikan 245 armada jet tempur F-16 Turki yang semakin menua. Angkatan Udara Turki memiliki sekitar 240 jet tempur F-16 dan hampir 40 jet F-4 Phantom. F-4 saat ini berada di akhir masa hidupnya.

Tiga puluh dari F-16 adalah varian baru yang diterima antara tahun 2011 dan 2013. Namun secara umum, Angkatan Udara Turki harus mengisi kekosongan pada awal 2020 ketika beberapa pesawat yang lebih tua akan pensiun.

Sementara itu, tetangga Turki seperti Yunani telah menyatakan minatnya pada F-35, dan meningkatkan armada F-16 miliknya. Semua negara tetangga juga mengejar jet tempur generasi keempat atau kelima.

Dengan membangun pesawat tempur silumannya sendiri, Turki akan mendapat keuntungan dengan menjualnya ke negara lain, sambil menikmati peningkatan keamanan nasional dengan rantai pasokan yang tidak dapat diancam dengan sanksi.

Lalu apa saja kelebihan dari TFX rancangan Turki? Di Paris Air Show, pesawat TFX tampil dengan dua mesin 12 ton, mampu beroperasi pada ketinggian maksimum 16,76 km.

Dari segi kinerja, TF-X direncanakan memiliki kecepatan maksimum dua kali kecepatan suara, langit-langit penerbangan 16,76 km, dan jangkauan operasional hampir 1.111 km, yang melebihi dari F- 35 stealth fighter AS dalam sejumlah hal.

Jet tempur memiliki panjang 21 meter, dengan lebar sayap 14 meter yang besar. Jet tempur dilaporkan akan menggunakan kokpit kaca canggih dengan antarmuka perintah suara dan data-link sehingga dapat mengendalikan hingga dua drone bersenjata, yang dapat dikembangkan untuk menembakkan rudal udara ke darat atau udara ke udara.

Kemampuan mengendalikan drone memungkinkan TFX untuk menguntit target pada jarak yang jauh tanpa terlihat, dan mengeksekusi target dengan drone bersenjata tanpa membiarkan dirinya tertembak.

TFX direncanakan akan menggunakan mesin dengan daya dorong-vektoring untuk kelincahan yang luar biasa.

Jet tempur TFX akan menggunakan radar Active Electronically Scaned Arays (AESA) yang akan dikembangkan oleh ASELSAN. Dari segi pesenjataan TFX akan dilengkapi rudal hipersonik SOM (Stand-Off Missile) yang dikembangkan oleh Tubitak. Rudal tesebut awalnya dirancang untuk melengkapi F-35 Turki.

Stand-Off Missile (SOM) memiliki kemampuan dapat menemukan dan melacak target secara mandiri. Rudal juga bisa bermanuver di ketinggian rendah untuk menghindari pertahanan udara musuh. Dengan jangkauan lebih dari 250 km, Turki dapat mengaturnya untuk dapat mencapai jangkauan hingga 1500 km dengan pengembangan lebih lanjut.

Rudal stand-off adalah rudal manuver hipersonik cerdas yang dapat ditembakkan dari kejauhan, bergerak lebih cepat hampir Mach 5 yang dapat mengalahkan sistem pertahanan udara musuh.

Aselsan juga telah membangun sistem penargetan ASELPOD untuk jet tempur Turki dan Pakistan. Aselsan juga menyediakan sistem komunikasi, identifikasi teman atau musuh (IFF) yang aman, display dan komputer misi.

Pada bulan Februari 2018, Turki mengumumkan telah mengikat dana sebesar hampir US$ 1,2 miliar dan lebih dari 3.200 karyawan penuh waktu untuk pengembangan jet tempur siluman TF-X.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *