Sukhoi Su-30 TNI Pulang Dari Belarusia Setelah Diservis

Satu unit pesawat tempur Sukhoi Su-30MK milik TNI AU pulang ke tanah air setelah menjalani perawatan mesin di Belarusia. Pesawat tersebut tiba dengan diangkut pesawat kargo Antonov An 124-100M Ruslan pada 28 Juli 2019 pukul 07.30 WITA.

Berdasarkan data dari pihak Imigrasi pesawat sempat transit di Sri Langka sebelum mendarat di Makassar. Dengan 20 awak yang semuanya warga negara Ukraina..

Continue Reading

Panglima TNI Tinjau Puncak Latihan Angkasa Yudha 2019

Angkasa Yudha merupakan latihan puncak TNI Angkatan Udara, sebagai akumulasi dari berbagai latihan yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, Rabu (24/7/2019).

Angkasa Yudha Tahun 2019 pada hakikatnya merupakan puncak dari berbagai latihan Komando Utama (Kotama) TNI AU. Dengan demikian latihan ini menjadi refleksi hasil pembinaan yang telah dilakukan mulai dari unsur intelijen, operasi, personel, logistik, komlek, serta unsur-unsur lainnya.

Continue Reading

Pindad Mendapat Pesanan 51 Komodo Nexter

Danpussenarmed melihat langsung produksi kendaraan Komodo Nexter (photo : Pindad)

Danpussenarmed Kunjungi Pindad Tinjau Progress Komodo Nexter

Direktur Utama Pindad, Abraham Mose menerima kunjungan Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed), Brigjen TNI Purbo Prastowo dalam rangka untuk melihat progress Komodo Nexter pada Kamis, 18 Juli 2019. Danpussenarmed membawa jajarannya serta pengguna di Batalyon untuk menyampaikan masukan terkait Komodo.

Abraham Mose mengapresiasi kunjungan Danpussenarmed beserta jajaran dan mengatakan Pindad siap mendukung penuh percepatan progress Komodo Nexter.

“Terimakasih kepada Danpussenarmed beserta jajaran yang berkunjung ke Pindad. GM Kendaraan Khusus, Widjil Djatmiko memaparkan mengenai Komodo Nexter yang diproduksi di Pindad, setelah itu nanti kita akan tinjau langsung ke fasilitas produksi, mohon masukan dan arahannya, Pindad mendukung penuh percepatannya,” ujar Abraham.

Brigjen TNI Purbo Prastowo mengatakan Komodo Nexter nantinya akan disebar dan digunakan oleh jajaran Pusenarmed.

“Komodo Nexter nantinya akan digunakan di jajaran Pussenarmed. Kami datang dengan tim dan pengguna di batalyon untuk melihat progress-nya. Kami juga datang dengan para pengguna di batalyon, kami harap kelebihan tetap dipertahankan dan ditingkatkan dan kekurangannya bisa diperbaiki.

Rombongan kemudian meninjau ke fasilitas produksi Divisi Kendaraan Khusus untuk melihat langsung perkembangan Komodo Nexter.

Pindad akan membuat 51 unit Komodo Nexter yang terdiri dari berbagai tipe dan rencana akan selesai di akhir tahun 2019. Adapun tipe yang diproduksi antara lain: Battalion Command Vehicle (BnCV), Battery Command vehicle (BCV), Meteo Vehicle (MeV), Forward Observer Vehicle (FoV), Relay Vehicle (ReV) dan Logistic Vehicle (LoG).

(Pindad)

Kapal Cepat Rudal KRI Kerambit-627 Resmi Perkuat TNI AL

Armada tempur TNI AL semakin kuat dengan hadirnya Kapal Cepat Rudal (KCR-60). Kapal perang buatan PT PAL Indonesia yang diberi nama KRI Kerambit-627 ini akan menjaga perairan di wilayah barat Indonesia.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, penyerahan KRI Kerambit-627 merupakan bagian dari konsep pembangunan kekuatan pertahanan dalam strategi pertahanan negara menuju kemandirian industri pertahanan.

Continue Reading

Indonesia Akan Menambah Personel Untuk Program KFX/IFX

Indonesia berupaya mengurangi porsi biaya dalam proyek jet tempur bersama

Indonesia sedang mencari pengurangan bagian dari biaya dalam proyek pengembangan jet tempur dengan Korea Selatan, karena menunggak pembayaran sekitar 300 miliar won ($ 254 juta)..

Menurut DAPA Korea Selatan pada hari Senin, Indonesia telah membayar sekitar 220 miliar won dari total kewajiban 1,7 triliun won. Setoran pertama dilakukan pada 2016. Sejak membayar 132 miliar won awal tahun ini, belum ada pembayaran tambahan dari Indonesia, dan menunggak sekitar 300 miliar won pada Juli, kata DAPA.

Continue Reading

Tingkatkan Daya Saing, Menhan Tekankan Kerjasama Erat Tiga Pilar Industri Pertahanan

Dalam usaha memajukan industri pertahanan, Indonesia menghadapi tantangan yang sangat kompleks baik berupa persaingan ketat antar negara dalam merebut pangsa pasar maupun kemampuan dan daya saing.

Menghadapi tantangan tersebut diperlukan strategi yang jitu serta kerja sama yang erat diantara ketiga pilar industri pertahanan yaitu pemerintah, pengguna dan industri pertahanan.

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada saat memimpin Rapat Pleno Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) 2019 dengan tema “Sinkronisasi Arah Kebijakan Strategis Pengembangan Industri Pertahanan Tahun 2020-2024”, Senin (22/7) di kantor Kemhan, Jakarta.

“Ketiga pilar industri pertahanan harus dapat merumuskan suatu kebijakan strategis, yang sinkron dan bersinergi, serta memiliki komitmen dan konsistensi yang kuat dalam membangun dan mengembangkan industri pertahanan”, tandas Menhan.

Lebih lanjut Menhan mengatakan, semenjak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, telah ditetapkan berbagai kebijakan strategis terkait industri pertahanan, sehingga telah dicapai berbagai kemajuan antara lain, dalam penguasaan teknologi manufacturing kapal selam, kapal PKR, tank medium, roket nasional, dan peningkatan kapasitas produksi munisi.

Selain itu, kontrak pengadaan Alpalhankam melalui PDN pada Renstra saat ini meningkat sangat pesat sebesar 262% dibandingkan dengan Renstra sebelumnya. Implementasi pelaksanaan IDKLO (2014 s.d 2018) telah mencapai 74,8% dari nilai kontrak, atau setara dengan nilai 2,46 miliar USD.

Namun demikian, Menhan meminta semua pihak yang terkait dengan industri pertahanan tidak cepat berpuas diri karena masih terdapat hal-hal yang perlu menjadi perhatian untuk lebih meningkatkan lagi kinerja industri pertahanan.

Beberapa hal yang menjadi penekanan Menhan antara lain, perlunya komitmen pengguna untuk secara konsisten mengutamakan produk dalam negeri pada rencana strategis jangka menengah dan panjang dalam pemenuhan Alpalhankam tahun 2020-2024.

Selanjutnya, kepada industri pertahanan ditekankan harus dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi serta senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk teknologi four point zero (4.0) untuk memenuhi alpalhankam yang sesuai dengan tuntutan opsreq dan spektek dari pengguna.


Sedangkan, kepada sebelas kementerian/lembaga anggota KKIP ditekankan untuk membangun sinergitas dan sinkronisasi sesuai Tupoksi masing-masing, melalui koordinasi yang lebih intensif dan efektif sehingga terjadi akselerasi/percepatan program pembangunan dan pengembangan industri pertahanan yang maju, kuat, mandiri dan berdaya saing.

Rapat Pleno KKIP dihadiri Anggota KKIP, Tim Pelaksanan dan Staf Ahli KKIP serta perwakilan industri pertahanan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta. Berkesempatan pula turut hadir pada rapat tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Sumber: kemhan.go.id

Roket Rhan-122B Buatan Pindad Kantongi Sertifikat Senjata Udara Militer

Setelah melewati serangkaian proses sertifikasi, PT Pindad (Persero) akhirnya telah berhasil mengantongi seritifikat tipe senjata udara militer Roket RHan-122B Kategori Senjata Udara Artillery Ground to Ground Rocket dengan nomor: IMMA TC AW/ROKET 001-2019.

Sertifikat tipe diberikan oleh Kapuslaik Laksma TNI Teguh Sugiono dan diterima secara langsung oleh Direktur Teknik dan Pengembangan Ade Bagdja di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (24/7/2019).

Continue Reading

Kemhan RI Tinjau Program Tank Boat di Banyuwangi

Tank Boat sebagai salah satu alternatif alat angkut di perairan dengan mengacu pada prinsip Fast Attack Craft (FAC) atau kapal serang cepat, sangat bermanfaat bagi satuan-satuan yang memiliki karateristik dengan wilayah perairan khususnya tipologi Ralasuntai (Rawa, Laut, Sungai dan Pantai).

Program Tank Boat awalnya merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh 3 konsorsium Industri Pertahanan yaitu PT. Pindad (Persero), PT. Lundin Industry Invest dan CMI Defence S.A Belgia. Rancangan dan Mock Up Desain Tank Boat pertama kali dipamerkan dalam kegiatan Asian Defence di Hotel Crown Jakarta Tahun 2016 adapun desain Tank Boat tersebut ditindaklanjuti dengan pembuatan prototype.

Continue Reading

Indonesia Siapkan Dana USD143 Juta untuk Dua Kapal Survei Hidrografi

Kementerian Keuangan Indonesia telah menyetujui tambahan dana sebesar Rp.2,04 triliun (USD143 juta) untuk anggaran pertahanan negara tahun 2019, dengan pandangan untuk mempercepat proses pengadaan dua kapal survei hidrografi baru yang dapat dengan cepat diubah menjadi kapal perang (vessels of opportunity/VOO) untuk operasi penyelamatan kapal selam.

Dana tersebut akan ditambahkan ke anggaran pertahanan 2019 yang sebelumnya disetujui di negara itu sebesar Rp.108 triliun, menurut dokumen resmi yang dilihat oleh Janes pada 17 Juli.

Continue Reading